​Pesta Miras Oposan, 3 Warga Kediri  Berujung Tewas

Ilustrasi Mirass

Obsesinews.com,Kediri-Akibat Overdosis Mengelar Pesta Minuman Keras (Miras) 2 Hari  Berturut- turut Tiga Orang Warga Kota Kediri Tewas Hampir Bersamaan Pada Hari Jumat, Sabtu Dan Minggu (7-8-9/10).
Informasi yang berhasil dihimpun Obsesinews.com korban bernama Agus alias Oyeng (45) warga Jalan Gang Carik, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri, Budi Setiono (52) alias Kapen, dan Harsono (51) alias Gombloh, keduanya warga Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri, Jenasah ketiganya kini masih disemayamkan di rumah duka masing-masing.
Sugianto, Ketua RT 2/ RW 5 Kelurahan Banjaran mengatakan,” ketiga korban meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit, Budi Setiono dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri, pukul 01.00 WIB, Agus dibawa ke RS Baptis Kota Kediri, pada pukul 03.00 WIB, dan Harsono dibawa ke RS Bhayangkara, pada pukul 06.00 WIB.
“Tadi pagi itu saya dikabari kalau pak Harsono sakit parah, Saya kemudian menjenguknya, Dia mengeluhkan perutnya sakit dan nafasnya tersengal-sengal, Kemudian saya bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Setelah itu saya pulang, baru memarkir mobil dikabari kalau pak Harsono sudah meninggal dunia,” kata Sugianto, Minggu (9/10).
Menurut Sugianto,” sebelum masuk rumah sakit, ketiganya minum-minuman keras di pinggir jalan. Pesta minuman keras itu berlangsung selama dua hari, sejak Jumat (7/10) lalu. Beberapa orang warga sempat mengetahui mereka mengkonsumsi miras secara terus menerus. 
Tetapi, tidak ada yang tahu jenis miras yang dikonsumsi. Namun, berdasarkan informasi dari warga setempat, mereka membeli minuman keras dari sebuah warung di sekitar Depan restauran Lombok Ijo Jalan Patiunus Kota Kediri,” ungkapnya.
Rata-rata korban merasakan sakit perut dan sesak nafas. Hal itu diungkapkan oleh Suyatno, kakak kandung Budi Setiono. Saat berada di rumah sakit Budi alias Kapen ini mengaku, sesak nafas dan dadanya sakit. “Saat masuk rumah sakit, dia merasa masuk angin dan dadanya terasa sesak untuk bernafas,” katanya di rumah duka.
Budi masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Bhayangkara, sekitar pukul 01.00 Wib. Suyatno yang menerima kabar, langsung datang. Mereka sempat berkomunikasi beberapa saat, sebelum akhirnya sang adik tewas. Kini jenasah Budi masih disemayamkan di rumah duka. Sesuai rencana, jenasah akan dimakamkan setelah sholat dzuhur.(kus/red)

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply