​Warga Kertosono Protes Terkait Pembangunan Pot Bunga Di Trotoar Sepanjang Jalan A.Yani

*Salah Seorang warga Terdampak Pembangunan Pot Trotoar minta KEADILAN..!!

Pembangunan Pot bunga sepanjang A.Yani Kertosono

Obsesinews.com,Nganjuk-Pembangunan Pot Tanaman Yang Dinilai Tak Sesuai Peruntukan Itu Di Sepanjang Jalan A.yani Sampai Jalan Gatot subroto Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk.
Warga Menilai Pembuatan Pot Untuk Jalur Hijau Itu Terkesan Dipaksakan Dan Malah Menyalahi Fungsi Trotoar Sebagai Sarana Bagi Masyarakat Yang Bermukim Didaerah Tersebut, Serta ketika digelar Rapat bulan november di kantor Desa Pelem Kertosono, aspirasi warga tidak terserap dengan dalih, pembangunan Pot bunga tersebut dibangun diatas tanah Negara.

Dampak pembangunan pot bunga tersebut dirasakan masyarakat disekitar lokasi bangunan tersebut, seperti dampak ekonomi, sosial dan psikologis terutama dialami salah satu TK Panca Pertiwi.
Pantauan Obsesinews.com dilokasi, Minggu (18/12).sore pot-pot tanaman dari batu-bata tersebut dibangun di atas trotoar yang lebarnya sekitar 1 meter panjang yang terselesaikan 150 meter, setiap 50 meter dikasih jalan masuk, namun kenyataan dilapangan berbeda jauh, bahkan salah satu warga yang terang-terangan Sutarto (50) warga terdampak mengatakan kepada Obsesinews.com minta keadilan, pembangunan ini dinilai merugikan.
“Saya cuma menuntut keadilan aja mas, bagaimana tidak saya gak bisa lewat padahal IMB saya ada kok ditutup akses jalan menuju rumah saya, kalau melihat tetangga saya kok dikasih jalan, padahal waktu rapat per 50 meter di buat jalan masuk,”keluhnya waktu ditemui dirumahnya.

Salah seorang warga terdampak yang mengalah

Terpisah warga yang tidak mau disebutkan namanya yang punya usaha didaerah terdampak menilai penutupan jalan sepanjang jalan A.Yani nyaris mematikan usahanya Padahal Pot bunga tersebut berada di depan Usaha saya yang sudah puluhan tahun saya disini.
“Yah, masak Pot bunga malah dibangun panjang dan tidak dikasih jalan begitu, Lagi pula usaha yang kami geluti akan mati,” kata parno (Samaran,red), warga setempat yang Terdampak.
Padahal menurut Parno (pengusaha diwilayah terdampak) pembangunan Pot bunga sangat disayangkan pembangunan pot tanaman tersebut justru merugikan para pelaku usaha disekitar situ.

 

Tokoh masyarakat Desa Pelem membenarkan banyak warga yang protes soal pembangunan pot bumga tersebut. Sebab, akibat pembangunan pot di atas trotoar itu aktivitas pelaku usaha serta warga terdampak jadi terganggu. 

Apalagi tanah yang digunakan untuk mengisi bak taman itu dibiarkan teronggok di depan rumah warga.

“Kami mencari keadilan, Mau bertanya dulu mengenai konsepnya dan meminta penjelasan,” jelentehnya kepada Wartawan.”tuturnya. (kus/red)

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply