Dukung Program SERGAP Koramil 0810/Ngronggot Pantau Panen Padi Mojokendil

Tim Sergab Memantau padi siap panen serta hasil Panen petani

Obsesinews.com,Nganjuk- Tim Sergab Koramil 0810/09 Ngronggot Dipimpin Langsung Danramil Kapten Inf Syamsul Bersama Team Bulog Nganjuk Serta Didampingi PPL memantau Panen Padi Di Area persawahan Desa Mojokendil Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk,Selasa (7/2).
Kegiatan tersebut tempatnya di persawahan milik Ani (Sekdes Mojokendil,red) Tim mencapai hasil kesepakatan harga Rp 3.700/kg dengan luas lahan 0,5 hektar dengan hasil 2.452 kilo dengan sistim pembayaran tunai.
Danramil 0810/09 Ngronggot menekankan kepada seluruh jajaran anggotanya supaya terus aktif dalam mencari informasi ke petani supaya kita tidak kedahuluan oleh tengkulak, Tetap semangat dan tidak boleh mudah putus asa dengan kondisi dan kendala yang ada di lapangan, sekiranya sebagai Tim Sergab bisa mengetahui petani yang akan menjual gabahnya sehingga Tim bisa mengarahkan pada petani untuk menjual hasil panennya ke BULOG.
ketika dikonfirmasi Obsesinews.com Kapten Inf Syamsul Mengatakan,” Dia Menginstruksikan Tim Sergab Koramil 0810/09 Ngronggot Untuk Bergerak maksimal dan pihaknya sangat antusias mendukung KODIM 0810/Nganjuk dalam rangka untuk memenuhi target penyerapan gabah tahun 2017 Sehingga tim sergab Koramil bergerak cepat Tidak mau kalah dengan para tengkulak serta selalu berkoordinasi dengan Tim sergab Bulog Nganjuk, ditekankan anggotanya juga Harus mau menjemput bola Jangan hanya menunggu,” kata Kapten Inf Syamsul.
Ketika disinggung animo petani menjual gabahnya ke Bulog Danramil 0810/09 menjelaskan,” para petani kebanyakan hampir sama yaitu para petani kepingin praktis sehingga menjual kepada penebas/ tengkulak karena tidak ada persyaratan khusus, tapi apabila menjual ke Bulog ada persyaratan yang telah ditentukan sesuai dengan standart  dari Bulog, dengan kata lain tengkulak/penebas lebih berani membeli dengan harga yang tinggi dan Petani dapat memangkas biaya produksi, apabila dijual kepada penebas, itu dikarenakan biaya produksi/panen sesuai dengan kesepakatan tak tertulis yang menjadi kebiasaan di kalangan petani adalah ditanggung bersama, lain halnya jika mereka menjualnya kepada Bulog, untuk biaya panen semua dibebankan kepada petani, dan petani masih harus mengantar ke Bulog,”jelasnya. (ed’s0810/ks/red)

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply