​Pererat Silahturahmi, Kodim 0810/Nganjuk gelar KOMSOS Bersama Keluarga Besar TNI

Komsos Kodim 0810/Nganjuk Bersama keluarga Besar TNI

Obsesinews.com,Nganjuk – Kodim 0810/Nganjuk selenggarakan kegiatan komunikasi sosial ( Komsos ) dengan Keluarga Besar TNI ( KBT ), Selasa (14/03). 
Kegiatan yang dilaksanakan di aula Makodim 0810/Nganjuk bertujuan mempererat tali silaturahmi dan sebagai ajang pembinaan terhadap KBT. 

Tampak Hadir dalam acara tersebut Mayor Inf Edy Sunarko, S.Sos Kasdim 0810/Nganjuk, Kapten Inf Syamsul Danramil 0810/09 Ngronggot, Drs. Suwarno, M.Si Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat ( FKDM ) kabupaten Nganjuk dan Ketua serta Pengurus dari seluruh Organisasi KBT di wilayah kabupaten Nganjuk diantaranya Pepabri, PPAD, LVRI, PIVERI, PERIP, FKPPI, PPM, Persit KCK dan Unit Korpri TNI – AD. 

Dalam kegiatan kali ini diisi pengarahan tentang Proxy War dan Bahaya Laten Komunis. 

“ Sudah menjadi tugas dan kwajiban bagi Kodim 0810/Nganjuk untuk melaksanakan pembinaan terhadap KBT. Selain itu marilah kita gunakan kegiatan ini untuk mempererat tali silaturahmi diantara kita,” kata  Mayor Inf Edy Sunarko, S.Sos Kasdim 0810/Nganjuk dalam pembukaan kegiatan tersebut.

Sementara itu menurut Kapten Inf Syamsul dalam pengarahannya mengatakan, “ Proxy War diartikan sebagai peristiwa saling adu kekuatan di antara dua pihak yang bermusuhan dengan menggunakan pihak ketiga atau kelompok lain untuk berperang melalui berbagai aspek baik ipoleksosbud maupun aspek lainnya,” kata Kapten Inf Syamsul mengawali pengarahannya.
 

Lebih lanjut Kapten Inf Syamsul menjelaskan,” bahwa Indonesia memiliki banyak potensi, kekuatan dan keunggulan yang dimiliki oleh berbagai komponen bangsa. Tetapi kekuatan dan keunggulan tersebut tidak digunakan untuk bersatu, justru digunakan untuk saling bertentangan dan ini merupakan gejala adanya Proxy War di Indonesia,” tegas Kapten Inf Syamsul.
“ Untuk itu marilah kita jaga ke-Indonesia-an kita, tidak ada gunanya kita makmur dan modern namun kehilangan hal yang fundamental dan yang terbaik dari bangsa kita yaitu Pancasila, Ke-Bhinneka-an, Semangat Persatuan, Toleransi, Kesantunan, Pluralisme dan Kemanusiaan,” pungkas Kapten Inf Syamsul.

Pada pengarahan berikutnya, Drs. Suwarno, M.Si Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat ( FKDM ) Kabupaten Nganjuk menjelaskan tentang bahaya laten Komunis. 

 

“ Pemahaman tentang komunisme adalah sebuah ideologi yang berasal dari manifest del kommunistischm yang ditulis oleh Karl Marx dan Frieddrick Engels, yaitu sebuah manifesto politik yang diterbitkan pertama kali pada tanggal 21 Pebruari 1948. Komunis pada awalnya merupakan sebuah koreksi terhadap paham kapitalisme di awal abad 19, Dimana kaum buruh dan pekerja tani hanyalah dianggap sebagai bagian dari alat produksi,” kata Drs. Suwarno, M.Si.
Komunis di Indonesia ditandai dengan adanya Partai Komunis Indonesia ( PKI ). Secara organisatoris PKI berdasarkan Tap MPRS No. XXV/MPRS/l966 dinyatakan dibubarkan dan Marxisme – Lenenisme diangap sebagai ideologi terlarang. Namun kenyataanya komunisme adalah sebuah ideologi yang tentunya tidak mudah dihapus dari alam pikiran para penganut – penganut fanatisnya yang secara laten tentu masih ada dan senantiasa mencari peluang dan kesempatan untuk bangkit kembali.
“ Oleh sebab itu, kita sebagai bangsa dari sebuah Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, tentu dituntut untuk wajib senantiasa waspada akan bahaya Laten Komunisme,” pinta  Drs. Suwarno, M.Si.
Di akhir kegiatan seluruh peserta yang hadir pada kegiatan tersebut mendapatkan tali asih dari Kodim 0810/Nganjuk sebagi wujud eratnya jalinan tali silaturahmi antara Kodim 0810/Nganjuk dengan Keluarga Besar TNI ( KBT ). ( ed’s810/red )

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply