Warga Pace Jadi Korban Penipuan Modus Papa Minta Pulsa

Korban membeli pulsa dengan ATM di alfamart dan Indomart

Obsesinews.com, Nganjuk- Warga Nganjuk Kembali Menjadi korban Telepon Modus Papa Minta Pulsa. Kali Ini Nasib Sial Menimpa Imam Sobirin (28), Warga Dusun Jegles Desa Plosoharjo Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk. 

Kejadian Bermula sewaktu korban mendapatkan telepon dari nomor tak dikenal pada akhir bulan Agustus lalu, Meski awalnya ragu tapi ia tetap mengangkat telepon tersebut. 

Pelaku mengaku bernama Anam, teman lama SMA dulu yang tanya kabar dirinya sejenak lalu mengucap salam, kemudian menutup telepon. Lalu pada Selasa (5/9), sekitar pukul 20.00 WIB, si ‘Anam’ menelepon lagi mengabarkan jika dia saat ini sedang bekerja di perusahaan asing bidang tambang batubara, di tengah hutan di Kabupaten Tenggarong, Kalimantan Timur. 

Dengan alih-alih demikian, pelaku meminta korban membelikan pulsa selama 1 bulan. Agar yakin, pelaku juga mengirimkan foto bukti transfer Rp 28 juta dari Bank BCA Cabang Tenggarong, Kaltim ke nomor rekening BRI 6418-0100-7027-537 a.n Imam Sobirin.

Karena percaya begitu saja, korban menuruti permintaan pelaku lalu pergi ke outlet pulsa  “Dan Cell” di Kecamatan Tanjung Anom. 

Sesuai pesan Anam untuk membeli pulsa Rp.1 juta ke nomer XL 0878 6163 2143. Setelahnya korban ke swalayan Alfamart Tanjung Anom untuk membelikan pulsa Rp.1 juta di no. XL 0878 6163 2264, 0878 6163 2117, 0878 6163 2149 dan Rp.500.000 pada nomer XL 0878 6163 2152. 

Kemudian dilanjutkan membeli pulsa lagi di swalayan Indomaret pada masing- masing nomer Rp.500.000 di no.XL 0878 6163 2240 + 0878 6163 2126 + 0878 6163 2242 + 0878 6163 2110.

Usai membeli pulsa, korban pulang dan pada, Kamis (7/9) pagi korban pergi ke BRI Cabang Nganjuk di Jl. Gatot Subroto untuk memeriksa bukti transfer dari Anam. 

Sontak Korban kaget saat diberitahu jika tidak ada transfer dari Bank BCA Tenggarong sebagaimana dalam WA telepon korban. Sadar telah menjadi korban penipuan via telepon, korban segera laporkan ke SPKT Polres Nganjuk pada siang harinya.

“Korban awalnya ragu tapi entah kenapa jadi yakin dan bersedia mengisi pulsa jutaan rupiah ke beberapa nomor tersebut hingga rugi Rp 6,5 Juta,” ungkap KBO Sat Reskrim Polres Nganjuk Ipda Pujo Prastyo didampingi Kanit SPKT Aiptu Agung Sugiharto pada ObsesiNews.com  Sabtu, (9/9).

Terpisah Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Gatot Setyo Budi juga Menghimbau,” Agar masyarakat agar tidak mudah percaya bila mendapat telepon tak dikenal. Jika bernada ‘minta sesuatu’ sebaiknya langsung tutup saja teleponnya dan tidak usah dipedulikan,” pungkasnya. (Agg/ red)

Share this Post :

Comments are closed.