Dorong Tercapainya Swasembada Pangan TIM Sergab Mabes AD Dan Kementan RI. Gelar Monitoring Sergab Di Wil Kodim 1022/TNB

Tim Sergap MabesAD bersama Kementan RI ramah tamah dengan masyarakat

Tanah bumbu- Dalam Rangka Pencapaian Dan Peningkatan Serapan Gabah (Sergap) Dari Para Petani Tim Sergap TNI- AD Melakukan Monitoring serta pendampingan Upaya Khusus (Upsus) Sergap yang Dilaksanakan Jajaran Kodim 1022/Tanah bumbu, Rabu (25/7).Dalam Kegiatan Tersebut TIM Sergap TNI-AD yaitu Kolonel Inf Benny Dan Kolonel Inf Suyitno Tiba Di Makodim 1022/Tnb Disambut langsung Oleh Dandim 1022/Tnb Letkol Czi Bintarto Joko Yulianto Beserta Jajaran Pasi Dan Danramil Wil Kodim 1022/Tnb.

Usai ramah tamah beberapa saat di Makodim 1022/Tnb kegiatan dilanjutkan pemantauan langsung di area persawahan Desa Sepunggur Kecamatan Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu.

Melakukan panen serentak di Desa Segumbang Kec. Batulucin Tanbu

Tiba dilokasi kegiatan TIM Sergap didampingi Riswanto Kapus Distribusi dan Cadangan Pangan, Kementan.RI. Bersama Dandim 1022/Tnb serta Jajaran Kodim Disambut Kepala Bulog Prov. Kalsel, Rini Kasi Bulog Kab. Kotabaru, Zainal Kabid Pembinaan Pertanian Kab. Tanbu, Drs H. Rahmad Kadis Ketahanan Pangan Kab. Tanbu, Sulhadi Camat Batulicin, Sampurna Kades Sepunggur, Haryono Kades Segumbang, Turut Hadir Jajaran Polres Tanbu Kapolsek Batulicin serta para petani setempat.

dalam sambutanya Kepala Desa Segumbang Hayyon mengatakan,”Alhamdulillah serta dengan rasa syukur kehadirat Allah subhanahu wata’ala pada kesempatan ini kita bersama sama hadir dalam rangka kegiatan silaturahmi monitoring serapan gabah petani oleh bapak TNI AD di wilayah Tanah Bumbu yang berlokasi di desa sebumbang dan tak lupa pula kita mengirimkan shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad sallallahu alaihi Wasallam beserta keluarga dan para sahabat dan semoga kita menjadi umatnya yang akan mendapatkan syafaat di Yaumil akhir amin amin ya rabbal alamin,” kata Kades Segumbang Membuka Sambutan.

Lebih lanjut disampaikan,” Bapak-bapak yang saya hormati, kami sampaikan bahwa lahan khususnya di segumbang ini sekitar 120 hektar lahan dan biasanya tanam serentak itu dimulai tanam pertama yaitu di awal tahun, biasanya serentak untuk hasil dari Padang pertanian ini, pada umumnya yaitu sekitar 4 sampai 5 ton per hektar yang bisa dicapai,  Kami menggunakan alat-alat mesin salah satu percepatan penggarapan ini adalah dengan adanya bantuan bantuan alat-alat mesin dari pemerintah sehingga petani lebih cepat bergerak,” jelas Hayyon.

Dalam kesempatan terpisah Kabid Pertanian Kab. Tanah Bumbu menyampaikan,” Apa yang ada saat ini kita laksanakan yaitu kegiatan monitoring silaturahmi dari tim sergap pusat, mudah-mudahan dengan dilaksanakan monitoring ini oleh tim sergap di pusat yang pertama barangkali terkait dengan apa yang disampaikan oleh Kepala Desa bahwa Desa Segumbang memang Luasnya sekitar 100 hektar lebih tetapi untuk Kabupaten Tanah Bumbu luas sawah itu berkisar yang eksis yaitu 14 sampai Rp15. 000 hektar, tetapi luas panen setiap tahunnya itu bisa mencapai antara 25 sampai 26000 hektar per tahun dengan produktivitas antara 4 sampai 6 ton per hektar.

” Ada beberapa dari 14000 hektar ini baru 50% yang melaksanakan tanam 2 kali, jadi mungkin sekitar Rp7.000 yang tanam 2 kali, 7000 nya lagi belum bisa tanam 2 kali Tetapi ada penambahan dari luas tanam padi lahan kering daripada gunung sekitar 10 sampai 11 hektar,” jelasnya.
“Padi Gunung ini produktivitasnya masih rendah antara 2 sampai 3 ton per hektarnya dan prioritas nya masih dominan yaitu kualitas lokal untuk padi ladang tapi kalau untuk padi sawah Alhamdulillah 90% Ini sudah menggunakan prioritas padi lokal dan padi unggul masih tinggal sedikit lagi yang masih menggunakan padi lokal terkait dengan pengadaan.
Mengakhiri laporannya,” di Tanbu harga gabah itu relatif stabil artinya hampir tidak ada perbedaan antara musim paceklik dengan musim panen raya tidak terlalu jauh, untuk harga pasaran barangkali di Tanah Bumbu padi itu musim panen itu rata-rata kisarannya antara 5000 per kilo,”pungkasnya.

Monitoring Buloq dan turut serta lakukan Tanam serentak

Menyambung laporan Zainal, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab. Tanah Bumbu juga menjelaskan,” Merupakan sebuah kebanggaan bagi kami semua, jarang-jarang dari pusat Mabes datang ke tempat kita jadi luar biasa bagi masyarakat kami di sini atas kunjungan ini merupakan suatu sejarah barangkali bagi kami.

“Untuk kami dari ketahanan pangan tidak ada persoalan yang mendasar karena kami telah bangun sebuah kerjasama yang bagus dengan petani masyarakat dan Bulog,” pungkasnya.
Dandim 1022/TNB Letkol Czi Bintarto Joko.Y yang baru dua minggu menjabat sebagai Dandim 1022/Tnb menyempatkan memperkenalkan diri dia mengucapkan,” banyak terima kasih sekaligus rasa bangga kami mewakili warga Tanah Bumbu pada umumnya ikut mengunjungi beberapa tempat gudang Bulog di sini dan Alhamdulillah kita bisa melaksanakan panen bersama. 

“Tak lupa permohonan maaf apabila dalam penyambutan kami tadi masih banyak hal-hal yang kurang berkenan di hati Bapak dari Mabesad maupun dari Kementan dan selanjutnya kesempatan ini juga saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak-pihak yang sudah terkait sudah berkenan hadir dan saya lihat sudah sangat sangat bagus Semoga dengan kedatangan tim ini akan memberikan tambahan ilmu bagi kita meskipun target untuk wilayah kita ini masih kurang,” kata Dandim.

Ditambahkan,” Jagung dan kedelai masih belum memenuhi target namun Semoga dengan kehadiran tim ini bisa menambah wawasan kita menambah pengetahuan kita Sehingga para petani dapat akan lebih giat menanam dengan didukung PPL serta Babinsa sebagai ujung tombak kami di lapangan,”pungkas Dandim 1022/Tnb.

Dipenghujung Acara Riswanto Kapus Distribusi dan Cadangan Pangan, Kementan. RI mengatakan,” Di Kalimantan Selatan ini serapan gabah mestinya targetnya sekitar 22.000 ton, hari ini realisasinya sekitar 7000 ton artinya sekitar 30,37%, ini posisinya kalau di Indonesia dibandingkan yang lain itu rankingnya itu urutan ke-12 Jadi masih kalah dengan Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Papua.

“Mungkin ada permasalahan yang serius yang terkait dengan Harga Beli sehingga sampai saat ini animo petani menjual gabah kering sangat rendah.

” Kami hadir disini melakukan monitoring dan mungkin ada yang bertanya kepada kita semua untuk apa program ini dilakukan,”pungkas Riswanto. (Red)

Share this Post :

Comments are closed.