Sesak Nafas Petani Karet, Harga Getah Masih Di Bawah Harapan, Sayono Anggota DPRD F. Gerindra Angkat Bicara

Ilustrasi petani karet sedang memanen karet

Obsesinews.com, Tanah Bumbu- Jeritan Petani Karet Tidak kunjung Selesai Harga Getah Karet di rasa Belum Dapat Merikan Kesejahteraan Bagi Para Petani Karet Khusunya di Kabupaten Tanah bumbu.

pasalnya, Harga Lem Getah karet saat ini yang berkisar Rp, 9.000 sampai 9.300,-/ kilogram dirasa masih jauh dibawah harapan.

Miftahussur (45) Salah seorang petani karet di Desa Mantawakan Mulia, Kecamatan Mantewe ketika dikonfirmasi terkait harga getah karet saat mengatakan,” harga meskipun sudah ada kenaikan namun masih jauh dari harapan,” kata Mif ketika dihubungi Obsesinews.com, Minggu (12/01/2020).

Sebab dengan harga pada kisaran Rp. 9.000,-/ Kilogram tersebut masih harus dikurangi biaya perawatan perawatan dan buruh berkisar sekitar Rp. 5.400,- jadi petani tinggal medapatkan Rp. 3.600,-/ kilogram, jika dalam 1 hektare saat musim panen 2 kali panen bisa menghasilkan 3 kwintal maka ia hanya mendapatkan Rp.1.080.000,- sebulan” ungkapnya dengan nada lesu.

Sayono Anggota DPRD Tanbu Fraksi Gerindra

Terkait jeritan petani karet Sayono Anggota DPRD Tanbu dari Fraksi Gerindra Angkat Bicara, ia mengatakan,” Nasib petani karet belum bisa baik, selagi harga masih di bawah Rp.10.000,- perkilogram getah karet
basah.

“Dulu harga getah karet basah bahkan bisa menembus Rp. 22.000,-/ Kilogram sedangkan harga yang proporsional minimal 12.000,-/ kilogram itu baru bisa membuat kebutuhan hidup petani tercukupi,” kata Sahyono, Minggu (12/01/2020).

Disinggung terkait kebijakan yang harus diambil Pemerintah ia mengatakan,” Pemerintah harus memberi kebebasan tengkulak karet dari luar negeri untuk membeli maupun bertransaksi langsung kepada petani, jangan regulasinya hanya lewat satu pintu sebab harga bisa di permainkan,” kritik Sayono.

Lebih lanjut dijelaskan,” dulu ada upaya pemerintah kerjasama dengan Pabrik maupun investasi namun juga belum memberikan berdampak baik buat ekonomi para petani.

“Sebaiknya Pemerintah memberikan ijin bagi para pembeli dari luar negeri agar bisa masuk dan melakukan transaksi langsung kepetani karet, jadi ada persaingan dalam harga pembelian getah karet di petani,” jelasnya.

Melihat saat ini harga ban sepeda motor sudah berkisar Rp. 35.000,- kenapa koq harga getah saat ini malah rendah??, padahal dahulu saat harga getah karet pada kisaran Rp. 22.000,- harga bandalam sepedah motor cuma Rp.25.000,- ,” pungkasnya penuh tanya. (Red)

Share this Post :

Comments are closed.