Dorong Jadi Produk Unggulan, PT BIB Gelar Pelatihan Budidaya Madu di 19 Desa Binaan

PT. BIB menggelar pelatihan ternak madu kelulut

Obsesinews.com, Tanah Bumbu – PT Borneo Indobara (PT BIB) menggelar kegiatan pelatihan budidaya dan peningkatan kualitas madu bagi masyarakat petani madu binaan PT BIB.

Kegiatan yang dilaksanakan di plaza kantor BIB lantai 2 pada 13-14 oktober 2021 tersebut berfokus kepada pembudidayaan dua jenis madu baik madu kelulut dan madu lebah.

Pelatihan budidaya madu ini merupakan program yang digagas oleh CSR PT BIB dalam rangka mengembangkan produk unggulan UMKM daerah.

Tidak main-main narasumber yang didatangkan juga merupakan tenaga ahli di bidang ini yaitu Rizki Maulana dari IPB dan Dwiko Gunawan selaku Direktur Serambi Botani Bogor.

Senior Manager CSR & Eksternal PT BIB Dindin Makinudin menyampaikan bahwa pelatihan ini sebagai bagian dari strategi CSR PT BIB agar madu yang menjadi produk unggulan ini memiliki standard kualitas premium sehingga meningkatkan harga penjualannya.

“Dalam pelatihan ini juga diajari terkait produk turunan dari madu itu sendiri yaitu propolis dan bipolen, yang kedua produk tersebut juga besar manfaatnya bagi hesehatan dan harga yang tinggi dipasaran,” jelas Dindin.

PT BIB sendiri telah membuat program kampung madu di 19 desa binaan yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu dan telah bekerja sama dengan Serambi Botani Bogir.

“Melalui program ini BIB berharap semua desa binaan yang telah dibuatkan program budidaya madu kelulut dan lebah menjadi supplier ke serambi botani bogor yang membutuhkan madu sebulan 3000 liter,” ungkap Dindin.

Keberadaan program budidaya madu ini tentunya akan memberikan manfaat bagi desa binaan salah satunya menambah passive income (penghasilan tambahan) bagi masyarakat.

Selain itu keberadaan budidaya madu sekaligus akan memperindah kampung atau desa tersebut mengingat pakan utama lebah sendiri adalah bunga-bungaan.

“Total Log madu baik lebah maupun kelulut yang sudah di distribusikan oleh PT BIB ke masyarakat di 19 desa ada 934 log, diharapkan sampai dengan akhir tahun 2021 ada 1000 log yang sudah didistribusikan,” harap Dindin.

Madu hasil panen binaan di 19 desa dibantu pemasarannya mulai dari desain, packaging hingga pemasaran baik online maupun offline di UMKM Center BIB dan ini diharapkan menjadi salah satu produk unggulan UMKM dari masyarakat binaan.

“Budidaya madu ini juga selaras dengan visi misi Tanah Bumbu yaitu menjadikan Tanah Bumbu sebagai serambi Madinah, dimana didalam alquran madu itu salah satu obat yang sangat bermanfaat, untuk itu madu dengan berbagai macam variant bisa dijadikan oleh-oleh khas Tanah Bumbu,” harapnya. (*/Red)

 129 total views,  3 views today

Share this Post :

Comments are closed.