
Obsesinews.com, Tanah Bumbu — PT Borneo Indobara (BIB) menggelar Ceremony of Electrification and Green Mining Realization di Office Kusan PT Borneo Indobara, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Senin (09/02/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam menurunkan emisi hingga 25 persen pada 2026 dan mencapai target nol emisi pada 2029.
Program ini dijalankan sebagai bagian dari upaya efisiensi operasional sekaligus mendukung cita-cita pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak. Langkah tersebut sejalan dengan visi PT BIB untuk mewujudkan industri pertambangan yang asri dan berkelanjutan melalui konsep sustainable green mining.
Kegiatan diawali dengan induksi keselamatan oleh tim Occupational Health and Safety PT Borneo Indobara yang disampaikan Reno Favian. Hal ini mencerminkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat di lingkungan perusahaan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video transformasi BIB dari energi konvensional menuju energi terbarukan, termasuk pemanfaatan Renewable Energy Certificates (REC) sebagai instrumen verifikasi penggunaan energi hijau.
Kepala Teknik Tambang PT BIB sekaligus ketua pelaksana kegiatan, Riadi Simka Pinem, dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-20 PT BIB.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk berbagi pengalaman penerapan peralatan tambang berbasis listrik yang telah dijalankan perusahaan sejak lima tahun lalu, dimulai dari area pelabuhan. Dua tahun terakhir, penerapan diperluas pada dump truck hauling dari tambang ke pelabuhan, dan pada tahun ini ditargetkan mencapai sekitar 25 persen, khususnya pada jalur hauling.
Menurutnya, berbagi pengalaman ini diharapkan dapat memberi inspirasi dan nilai tambah bagi insan pertambangan dalam mendukung program pemerintah untuk menurunkan emisi karbon, meningkatkan efisiensi, mengurangi impor bahan bakar, serta memperkuat ketahanan energi nasional.
Dalam pelaksanaannya, PT BIB juga melibatkan 26 UMKM binaan dari 22 Desa lingkar tambang. Selain itu, kegiatan didukung expo yang menampilkan lebih dari 150 unit peralatan listrik berbagai tipe dan ukuran. Tercatat, sejak 7-9 Februari 2026 lebih dari 2.000 undangan terdaftar, dengan partisipasi lebih dari 100 perusahaan dan instansi, baik pemegang IUP, perusahaan jasa pertambangan, exhibitor, perusahaan mining, maupun instansi pemerintah.

Chief Operating Officer (COO) BIB, Raden Utoro, dalam kesempatannya menekankan bahwa industri pertambangan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, termasuk fluktuasi harga minyak global.
Menurutnya, transisi menuju teknologi bersih merupakan respons strategis terhadap masa depan industri, di mana perusahaan yang tidak beradaptasi akan tertinggal. Inisiatif Sustainable Green Mining Project ini juga mendapat dukungan mitra strategis dalam membangun ekosistem pertambangan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Sambutan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara yang diwakili Kepala Inspektur Tambang Kementerian ESDM Ahmad Syauqi menyatakan bahwa program elektrifikasi pertambangan PT BIB sejalan dengan komitmen Indonesia menuju target net zero emission. Ia menilai industri pertambangan memiliki peran strategis dalam penyediaan bahan baku berbagai sektor, namun tetap harus berinovasi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus meminimalkan dampak lingkungan.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menyampaikan dukungan penuh PLN terhadap kerja sama dengan PT Borneo Indobara yang dinilainya dapat menjadi model percontohan electrifying mining di Indonesia. Ia mengajak pelaku industri pertambangan menjadikan listrik sebagai penggerak utama transformasi industri.
Sementara itu, Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, mengapresiasi kerja sama dengan BIB dalam pengembangan control room dan sistem informasi cuaca berbasis web yang mampu memberikan prediksi hujan secara detail. Ia menyebut BIB akan tercatat sebagai perusahaan tambang batubara pertama yang menerapkan modifikasi cuaca menggunakan drone.
CEO PT Golden Energy Mines, Bonifasius, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting dalam perjalanan PT BIB menjadikan penggunaan equipment listrik sebagai tonggak transisi energi perusahaan. Ia menekankan bahwa acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan deklarasi transformasi strategis agar PT Golden Energy Mines melalui PT BIB tetap kokoh, relevan, dan berkelanjutan dalam menghadapi perubahan global.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke area expo yang menampilkan sekitar ratusan unit kendaraan tambang hybrid dan listrik berbagai ukuran, sekaligus simbolis penyerahan kendaraan listrik tambang sebagai penanda komitmen berkelanjutan perusahaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto, perwakilan Direktur Utama PLN Manajemen Indonesia yang diwakili oleh Saulus Edwin Pamungkas
Direktur Keuangan Human Capital dan Management PLN Energy Management Indonesia, Human Capital dan Manajemen Risiko PLN Manajemen Indonesia, Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo, jajaran Board of Director dan Board of Commissioner PT Golden Energy Mines.
Seluruh manajemen PT BIB, pimpinan mitra kerja dan perusahaan tambang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tanah Bumbu, para kepala desa lingkar tambang, serta tamu undangan lainnya. (**/red)