Obsesinews.com, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Kalimantan Selatan (BKKBN Kalsel) bekerjasama dengan Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) mengadakan Seminar Tumbuh Kembang dan Stunting.

Dengan mengambil tema “Cegah Stunting Dengan Perbaikan Pola Asuh Pola Makan dan Sanitasi” seminar dilaksanakan di Hotel Medina Kusan Hilir, Selasa (30/04).

Menghadirkan 3 narasumber yaitu dari BKKBN Pusat, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, M. Yani, dan Direktur Bina Ketahanan Balita dan Anak, Evi Ratnawati serta Tim Ahli Nutrisi dari Bappenas, Sunarno Ranu Widjojo.

Peserta terdiri dari kader Bina Keluarga Balita, ibu hamil, ibu menyusui, kader PKK, kader DWP, penyuluh KB dan mitra kerja lainnya.

Kadis KBP3A Narni dalam laporannya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada narasumber dan para peserta yang berkenan hadir dalam seminar itu.

“Selama ini, para orang tua menganggap berat badan menjadi satu-satunya indikator kesehatan tumbuh kembang anak. Padahal ada indikator lainnya yaitu tinggi badan anak,” jelasnya.

Karenanya, stunting menjadi permasalahan yang harus diselesaikan. Tubuh pendek anak apabila dibanding teman sebayanya menjadi salahsatu gejala adanya masalah pertumbuhan.

“Apalagi kalau hal tersebut ditemukan pada anak dibawah umur 2 tahun, maka harus segera ditangani,” ujarnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel, Ina Agustina menyampaikan pencegahan stunting merupakan salah satu fokus Pemerintah. Bermacam program dilakukan guna menjamin tumbuh kembang maksimal anak, baik fisik maupun spiritualnya.

“Pemerintah mengharapkan peran serta seluruh lapisan masyarakat dalam mensukseskan program ini,” tandasnya.

Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan, Suhartoyo mengatakan seminar ini sangat penting sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terutama peserta yang hadir tentang pentingnya kesehatan keluarga.

“Penyebab utama stunting terletak pada pola hidup dan perilaku dalam keluarga itu sendiri. Pola asuh dan pola makan yang kurang baik, kurangnya asupan gizi bagi janin, serta sanitasi yang buruk menjadi salah satu contoh penyebab stunting,” sebutnya.

Bupati mengharapkan peserta dapat mengikuti dengan serius seminar itu agar mampu meningkatkan kesadaran keluarga tentang pola dan gaya hidup sehat.

“Semoga anak-anak kita dapat tumbuh dan berkembang secara optimal disertai dengan kemampuan emosial, sosial dan fisik yang siap untuk belajar, berinovasi dan berkompetisi sebagai modal dasar pembangunan di Bumi Bersujud,” tutupnya. (Rel)