
Obsesinews.com, Tanah Bumbu – PT Borneo Indobara (PT BIB) meraih dua penghargaan dalam ajang Indonesian CSR Awards (ICA) dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026.
Perusahaan memperoleh penghargaan Platinum melalui program Sinar Indobara dan Gold melalui program Rumah Jamur Indobara atas upaya pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi produktif di wilayah lingkar tambang.
Penghargaan tersebut diterima Deputi Chief Operating Officer (COO) PT BIB, Riadi Simka Pinem, dalam acara penganugerahan di Binakarna Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Ajang yang diselenggarakan Corporate Forum for CSR Development (CFCD) tersebut mengusung tema “Responsible Business in Supporting Asta Cita” dan diikuti lebih dari 100 perusahaan.
Dua penghargaan itu menjadi pengakuan atas pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada pengembangan potensi lokal, penguatan kelompok usaha, serta peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
Program Sinar Indobara meraih penghargaan Platinum melalui pendekatan Cluster-based Integrated Farming System yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang berjalan sejak 2021 hingga 2026 ini dilaksanakan di 22 desa Ring 1. Kegiatannya meliputi pemanfaatan lahan tidak produktif, penguatan kelompok usaha, pelatihan, dukungan sarana produksi, hingga perluasan akses pasar.

Berdasarkan data hingga kuartal II 2026, program Sinar Indobara telah mendorong pemanfaatan 97,16 hektare lahan menjadi lahan produktif. Luasan tersebut terdiri atas 76,99 hektare lahan pertanian, 10,97 hektare perikanan, dan 9,20 hektare peternakan.
Program ini juga didukung 158 kelompok usaha, meliputi 58 kelompok pertanian, 69 kelompok peternakan, dan 31 kelompok perikanan. Secara keseluruhan, Sinar Indobara tercatat menjangkau 2.466 kepala keluarga di 22 desa.
Dari sisi ekonomi, rata-rata pendapatan bulanan yang tercatat mencapai Rp2,9 juta per keluarga pada sektor pertanian, Rp2,8 juta pada sektor perikanan, dan Rp3,5 juta pada sektor peternakan.
Sementara itu, evaluasi sosial ekonomi bersama Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) untuk periode 2018–2024 mencatat jumlah keluarga prasejahtera menurun dari 1.133 kepala keluarga menjadi 75 kepala keluarga, atau sekitar 93,38 persen.
Capaian tersebut merupakan hasil evaluasi pada periode tersebut dan menjadi salah satu indikator perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayah program.
Selain Sinar Indobara, PT BIB meraih penghargaan Gold melalui program Rumah Jamur Indobara. Program yang dikembangkan pada periode 2024–2026 ini bertujuan memperluas peluang usaha produktif, meningkatkan keterampilan masyarakat, serta mendorong partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi.
Rumah Jamur Indobara menjangkau 11 desa Ring 1 dan melibatkan 249 anggota kelompok, termasuk 243 perempuan.
Hingga 2026, PT BIB telah mendukung pembangunan 54 kumbung jamur secara kumulatif, dengan 46 kumbung tercatat aktif.
Pengembangan usaha tersebut disertai pelatihan dan pendampingan teknis untuk meningkatkan produktivitas serta kemampuan kelompok dalam mengelola usaha secara mandiri.
Untuk memperkuat rantai produksi, program ini juga mendukung pembangunan satu unit pabrik baglog jamur bagi BUMDes pada 2026. Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan bahan baku budidaya sekaligus mengurangi
ketergantungan terhadap pasokan dari luar. Selain itu, dua kelompok telah menjalankan produksi baglog secara mandiri.
Dari sisi produksi, volume jamur tercatat mencapai 10.833 kilogram pada 2025 dan meningkat menjadi 13.808 kilogram pada 2026. Pendapatan usaha dalam dokumen program juga meningkat dari Rp324 juta pada 2025 menjadi Rp420 juta pada 2026.
Pengembangan usaha turut dilakukan melalui diversifikasi produk turunan, seperti jamur kering, keripik, dan berbagai olahan makanan. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperluas peluang pemasaran produk kelompok binaan.
Deputi COO PT BIB, Riadi Siemka Pinem, menyampaikan bahwa penghargaan Platinum untuk Sinar Indobara dan Gold untuk Rumah Jamur Indobara menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas program pemberdayaan masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada dampak dan keberlanjutannya. Kami percaya bahwa potensi lokal dapat berkembang menjadi sumber ekonomi produktif apabila didukung peningkatan kapasitas, pendampingan yang tepat, serta kolaborasi yang kuat antara masyarakat, pemerintah desa, dan para pemangku kepentingan,” ujar Riadi.
Ia menambahkan, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan dan dukungan sarana, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mengelola usaha, mengembangkan kelembagaan, dan memperluas akses pasar.
Karena itu, penguatan kapasitas kelompok dan keberlanjutan usaha menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program PT BIB agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Ke depan, PT BIB akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa, BUMDes, kelompok masyarakat, tenaga ahli, dan mitra terkait untuk meningkatkan kapasitas usaha serta memperluas peluang ekonomi di wilayah operasional perusahaan.
Melalui Sinar Indobara dan Rumah Jamur Indobara, PT BIB mendorong pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal dengan menghubungkan kegiatan produksi, penguatan kelembagaan, dan akses pasar sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan. (**/red)