DPRD Tanbu Gelar Raker Bersama Dinkes, BPJS Kesehatan, RSUD dan Puskesmas se-Tanbu

Obsesinews.com, Tanah Bumbu – DPRD Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) melalui Komisi I menggelar rapat kerja bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), BPJS Kesehatan, RSUD, serta perwakilan Puskesmas se-Tanbu.
Pertemuan ini dilakukan guna membahas realisasi program prioritas dan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat pada Tahun Anggaran 2026.

Rapat yang berlangsung di ruang rapat gabungan DPRD Tanbu, Senin (2/2/2026), dipimpin langsung Ketua Komisi I DPRD Tanbu, H. Boby Rahman, S.H., M.H.
Turut hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Komisi I DPRD Tanbu Ernawati, Wakil Komisi I Mahruri, perwakilan RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor, BPJS Kesehatan Tanbu, serta perwakilan Puskesmas se-Kabupaten Tanah Bumbu.
Dalam pertemuan tersebut, Komisi I menyoroti alokasi anggaran sektor kesehatan yang mencapai Rp291 miliar, dengan fokus utama pada upaya kesehatan masyarakat serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan guna mendongkrak Angka Harapan Hidup (AHH) daerah.
Perwakilan Dinas Kesehatan Tanbu, Maulida, memaparkan bahwa anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan, dari sebelumnya Rp45 miliar menjadi Rp60 miliar. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya jumlah kepesertaan aktif BPJS Kesehatan di Tanbu.
“Keaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan di Tanbu saat ini telah mencapai 88,83 persen. Penambahan anggaran ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh masyarakat, khususnya peserta kelas 3, mendapatkan jaminan kesehatan yang optimal,” jelas Maulida.
Salah satu poin penting yang menjadi perhatian dalam rapat tersebut adalah rencana program penyediaan fasilitas makan dan minum bagi keluarga atau penunggu pasien di fasilitas layanan kesehatan.
Komisi I DPRD Tanbu mendorong agar program ini tidak hanya diterapkan di RSUD, tetapi juga menjangkau Puskesmas rawat inap di seluruh wilayah Tanbu.
“Mengingat banyak masyarakat yang datang dari daerah jauh dan harus menginap di Puskesmas, kami mendorong agar bantuan konsumsi juga disediakan di Puskesmas rawat inap agar manfaatnya dirasakan secara merata,” ujar Boby Rahman.
Selain itu, rapat juga membahas kondisi infrastruktur sejumlah Puskesmas yang dinilai membutuhkan rehabilitasi segera, terutama pada ruang rawat inap dan fasilitas sanitasi.
Meski sempat terkendala sinkronisasi data pada pagu awal anggaran,
Dinkes Tanbu berkomitmen memasukkan perencanaan pembangunan fisik melalui mekanisme pergeseran anggaran tahun 2026, sehingga realisasi pembangunan dapat dilaksanakan pada tahun 2027.
Mengakhiri rapat, pihak Dinkes Tanbu menyampaikan komitmen untuk segera melakukan kajian teknis dan merealisasikan perbaikan fasilitas ruang rawat inap Puskesmas agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin layak dan berkualitas. (*/Red).