Prosesi Adat Budaya Maritim Mappanre Ritasi’e Menjadi Puncak Rangkaian Acara Sejak 12 April

Obsesinews.com, Tanah Bumbu – Prosesi adat budaya maritim Mappanre Ritasi’e digelar meriah di Pantai Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (26/04/2026). Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian acara yang telah dimulai sejak 12 April, sekaligus menandai peringatan Hari Jadi Kabupaten Tanah Bumbu ke-23.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Rusma Khazarin, Anggota DPR RI Sudian Noor, serta Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif yang diwakili Sekretaris Daerah Yulian Herawati.

Hadir pula unsur Forkopimda, Lembaga Ade Ogi Tanah Bumbu, kepala SKPD, instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Yulian Herawati, menyampaikan bahwa prosesi Mappanre Ritasi’e merupakan simbol kearifan lokal yang menggambarkan harmonisasi antara manusia dan laut sebagai sumber kehidupan. Tradisi ini juga menjadi bentuk rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil laut yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
“Di tengah laut, kita duduk bersama dan makan bersama tanpa sekat. Hal ini menegaskan nilai kebersamaan, gotong royong, dan persatuan yang menjadi kekuatan masyarakat Tanah Bumbu,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan daerah untuk mewujudkan Tanah Bumbu yang maju, makmur, dan beradab. Menurutnya, kemajuan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga identitas budaya dan kearifan lokal. Selain itu, kemakmuran harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk nelayan sebagai garda terdepan ekonomi pesisir.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur pesisir, peningkatan akses permodalan, penguatan kelembagaan nelayan, serta pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya seperti Mappanre Ritasi’e agar memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Rusma Khazarin, dalam sambutannya menyebutkan bahwa Mappanre Ritasi’e merupakan warisan leluhur yang sangat berharga dan mengandung nilai-nilai luhur yang melampaui zaman.
“Tradisi ini adalah ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki dari laut, sekaligus mempererat kebersamaan dan penghormatan terhadap alam semesta,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi peran masyarakat, khususnya suku Bugis di Tanah Bumbu, yang terus menjaga dan melestarikan tradisi tersebut, bersama suku Banjar dan berbagai suku lainnya. Menurutnya, hal ini mencerminkan wajah Kalimantan Selatan yang beragam namun tetap hidup berdampingan dalam harmoni.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian laut sebagai sumber kehidupan bagi nelayan dan generasi mendatang. Masyarakat diimbau untuk menghindari praktik penangkapan ikan yang merusak serta mendukung keberlanjutan ekosistem laut.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi adat Mappanre Ritasi’e di laut Pagatan. Sekretaris Daerah bersama jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan mengikuti prosesi tersebut menggunakan kapal-kapal hias, menambah semarak perayaan budaya maritim yang sarat makna tersebut. (*/Red).