Desa Ramah Lansia, PT Borneo Indobara Wujudkan Ruang Aktif dan Bahagia bagi Lansia

Obsesinews.com, Tanah Bumbu – Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026, CSR PT Borneo Indobara (BIB) melalui Program Desa Ramah Lansia menggelar kegiatan kebersamaan dan pemberdayaan lansia yang melibatkan peserta dari Desa Mekar Jaya dan Desa Sumber Baru, Minggu (17/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Mekar Jaya, Kepala Desa Sumber Baru, kader posyandu, tenaga kesehatan, serta masyarakat sekitar yang turut mendukung upaya peningkatan kualitas hidup lansia di wilayah binaan perusahaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam lansia bersama yang bertujuan menjaga kebugaran fisik sekaligus mempererat kebersamaan antar peserta. Selanjutnya, dilakukan prosesi potong tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan bentuk penghormatan kepada para lansia yang tetap aktif berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.

Suasana semakin hangat saat para peserta mengikuti penandatanganan media cetak kenangan Hari Lansia Nasional 2026. Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam mendukung keberadaan lansia sebagai bagian penting dari masyarakat yang memiliki pengalaman, peran, dan nilai berharga.

Untuk menambah semarak acara, panitia juga menggelar berbagai lomba edukatif dan rekreatif yang disesuaikan dengan kemampuan para lansia. Di antaranya lomba mewarnai kanvas yang melatih kreativitas serta lomba bola jatuh yang membantu meningkatkan koordinasi dan kemampuan motorik peserta.

Melalui berbagai aktivitas tersebut, para lansia tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga kesempatan untuk tetap aktif bergerak, berinteraksi, dan mengekspresikan diri dalam suasana yang menyenangkan. Gelak tawa dan semangat peserta menjadi bukti bahwa usia lanjut bukanlah penghalang untuk tetap berkarya dan menikmati kehidupan sosial yang sehat.

Penanggung Jawab Program Pilar Kesehatan CSR PT Borneo Indobara, Arifah Farsya, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kesehatan dan kebahagiaan para lansia di wilayah binaan.

“Melalui Program Desa Ramah Lansia, kami berharap para lansia tetap sehat, aktif, dan memiliki ruang untuk berkumpul serta bersosialisasi bersama masyarakat. Kami percaya bahwa lansia memiliki peran penting dalam keluarga maupun lingkungan sosial sehingga perlu mendapatkan dukungan agar tetap produktif dan bahagia di usia lanjut,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari kader Posyandu Lansia, Kartini, yang menilai kegiatan tersebut mampu memberikan semangat baru bagi para lansia.

“Kegiatan ini membuat para lansia merasa diperhatikan dan lebih bersemangat karena bisa berkumpul dan mengikuti aktivitas bersama. Mereka terlihat sangat senang dan antusias sejak awal hingga akhir kegiatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sebamban, dr. Irfan, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya mendorong lansia untuk tetap aktif secara fisik, tetapi juga menjaga kesehatan mental dan sosial mereka.

“Kami berharap kolaborasi antara CSR PT Borneo Indobara, pemerintah desa, dan layanan kesehatan dapat terus berlanjut sehingga kualitas hidup lansia semakin baik dan mereka dapat menjalani masa tua dengan sehat, mandiri, serta bahagia,” tuturnya.

Salah satu peserta Program Desa Ramah Lansia dari Desa Sumber Baru, Mbah Wito, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut bersama teman-teman seusianya.

“Saya senang sekali bisa ikut kegiatan ini. Selain bisa bertemu dan bercengkerama dengan teman-teman, kami juga diajak bergerak, bermain, dan mengikuti berbagai kegiatan yang membuat hati senang. Semoga kegiatan seperti ini terus ada karena membuat kami merasa diperhatikan dan lebih bersemangat menjalani hari-hari,” katanya.

Melalui peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026 ini, CSR PT Borneo Indobara berharap Program Desa Ramah Lansia dapat terus mendorong terciptanya lingkungan yang peduli, inklusif, dan mendukung kualitas hidup lansia.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat pilar kesehatan masyarakat melalui kolaborasi bersama pemerintah desa, kader kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan sinergi yang berkelanjutan, para lansia diharapkan dapat tetap sehat, aktif, mandiri, dan berdaya dalam menjalani masa tua yang berkualitas. (**/red)