Jalan Pengkol–Tripan Rusak dan Rawan Jatuh, Warga Tagih Respons Pemerintah

Obsesinews.com, Nganjuk – Kerusakan ruas jalan penghubung Dusun Pengkol, Desa Sumberurip, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, menuju Desa Tripan mulai dikeluhkan warga. Kondisi jalan yang rusak disebut telah meningkatkan risiko kecelakaan dan dalam sepekan terakhir dilaporkan menyebabkan pengendara terjatuh hingga tiga kali.
Salah satu insiden terjadi di depan rumah Nurul Lailiyah, Dusun Pengkol, pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Pengendara yang melintas dilaporkan kehilangan keseimbangan saat melewati bagian jalan yang mengalami kerusakan hingga terjatuh.
“Sudah sekitar satu minggu ini ada tiga kali pengendara jatuh,” ujar salah seorang warga Dusun Pengkol.
Menurut keterangan warga, ruas tersebut memiliki fungsi penting bagi aktivitas masyarakat. Jalan Pengkol–Tripan tidak hanya digunakan sebagai akses warga setempat, tetapi juga menjadi jalur penghubung antarkawasan dan salah satu akses menuju SMPN 2 Berbek.
Kondisi itu membuat warga meminta persoalan kerusakan jalan tidak dipandang sebagai persoalan infrastruktur biasa. Mereka menilai aspek keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas, terlebih ruas tersebut setiap hari dilalui masyarakat dan pelajar.
Risiko Kecelakaan Mengintai
Warga mengkhawatirkan kerusakan jalan yang tidak segera ditangani dapat memicu kecelakaan berulang. Terlebih, pengendara sepeda motor dinilai menjadi kelompok yang paling rentan ketika melintasi bagian jalan yang rusak.
Masyarakat Dusun Pengkol berharap Pemerintah Desa Sumberurip, Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melihat kondisi jalan secara langsung.
“Harapannya segera diperbaiki. Jangan sampai ada korban lagi karena jalan ini sering dilewati warga, termasuk pelajar yang menuju sekolah,” ungkap warga.
Warga Pertanyakan Penanganan
Selain meminta perbaikan, warga berharap terdapat langkah konkret untuk memastikan ruas jalan tersebut kembali aman dilalui. Pemeriksaan lapangan diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan, penyebab kerusakan, serta bentuk penanganan yang paling tepat.
Bagi masyarakat, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut kenyamanan berkendara. Ketika sebuah ruas jalan berfungsi sebagai akses penghubung desa sekaligus jalur menuju fasilitas pendidikan, kondisi infrastrukturnya berkaitan langsung dengan keselamatan dan mobilitas warga.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Desa Sumberurip maupun Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk mengenai status ruas jalan tersebut, kewenangan penanganannya, maupun rencana perbaikan.
Konfirmasi dari pihak terkait penting untuk memastikan apakah kerusakan tersebut telah masuk dalam agenda penanganan pemerintah dan kapan perbaikan dapat dilakukan.
Warga berharap persoalan ini segera mendapat respons sebelum kerusakan jalan kembali memakan korban. Sebab, bagi pengguna jalan, perbaikan bukan lagi sekadar soal kenyamanan, melainkan kebutuhan mendesak demi keselamatan. (Mift/Red)