Semangat Literasi dan Kepenulisan di Tanbu Kembali Mendapatkan Ruang

Obsesinews.com, Tanah Bumbu – Semangat literasi dan kepenulisan di Kabupaten Tanah Bumbu kembali mendapat ruang melalui peluncuran buku antologi “Suara dari Tenggara: Tentang Pikiran, Manusia, dan Catatan Zaman”.

Buku yang ditulis oleh 47 penulis dari berbagai latar belakang tersebut resmi diluncurkan di Joglo Merah Putih, Bandara Bersujud, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, anggota DPRD Tanah Bumbu Makhruri, kepala SKPD, perwakilan Forkopimda dan instansi vertikal, pegiat literasi, komunitas, serta organisasi kepemudaan se-Tanah Bumbu.

Ketua Rumah Pena BerAKSI, Andrianto Mokodompit, mengatakan lahirnya antologi tersebut merupakan hasil dari semangat kolaborasi para penulis untuk menuangkan pemikiran, pengalaman dan gagasan dalam sebuah karya.

Menurutnya, peluncuran buku tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengisi kemerdekaan melalui ilmu, karya dan gagasan, bertepatan dengan momentum menyongsong Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kalau dahulu para pahlawan berjuang dengan darah dan air mata untuk merebut kemerdekaan, maka tugas kita hari ini adalah mengisi kemerdekaan dengan ilmu, karya, gagasan dan peradaban. Salah satu bentuknya adalah melalui literasi,” ujarnya.

Andrianto menyebut, 47 penulis dengan latar belakang yang beragam telah menyatukan pemikiran, pengalaman dan gagasan ke dalam buku antologi tersebut.
Ia berharap semangat kebersamaan yang menjadi dasar lahirnya buku itu juga dapat memperkuat gerakan literasi di Tanah Bumbu.

“Gerakan literasi akan tumbuh semakin kuat apabila dibangun dengan kebersamaan. Untuk itu dibutuhkan kehadiran pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, media, penulis dan seluruh masyarakat untuk menciptakan ekosistem literasi yang kuat,” katanya.

Ia menegaskan, peluncuran buku bukanlah akhir dari perjalanan Suara dari Tenggara. Setelah diluncurkan, buku tersebut akan diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat melalui sejumlah kegiatan lanjutan.
Di antaranya bedah buku, lomba resensi, serta lomba review buku dengan gaya tulisan populer.

“Kami ingin buku ini tidak berhenti di rak perpustakaan. Buku ini hadir di ruang-ruang kelas, ruang membaca, ruang diskusi dan di tengah generasi muda,” ungkapnya.

Andrianto berharap Suara dari Tenggara dapat menjadi pemantik bagi lahirnya penulis-penulis baru sekaligus membuka ruang dialog dan memperkaya perspektif masyarakat.

Selain itu, karya tersebut diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk menyampaikan gagasan secara cerdas, kritis, kreatif, berkarakter dan beradab.

Pada kesempatan itu, Rumah Pena BerAKSI juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif yang dinilai telah memberikan dukungan terhadap tumbuhnya komunitas kreatif dan gerakan literasi di daerah.

Sementara itu, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Rumah Pena BerAKSI dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses penerbitan buku tersebut.

Menurutnya, kehadiran Suara dari Tenggara menjadi bukti bahwa semangat berkarya, berkolaborasi dan membangun budaya literasi di Kabupaten Tanah Bumbu terus tumbuh dan berkembang.

“Buku ini merupakan cerminan semangat berpikir dan berkarya dalam mencintai daerah kita. Melalui karya para penulis, kita dapat melihat bahwa Tanah Bumbu bukan hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki sumber daya manusia yang kreatif, kritis, tentunya kritis yang membangun, dan penuh gagasan,” kata Andi Rudi Latif.

Ia menilai, keberadaan 47 penulis yang berkolaborasi dalam satu karya menunjukkan adanya potensi besar yang dapat terus dikembangkan dalam bidang literasi dan kepenulisan.

Antologi tersebut memuat berbagai tulisan yang membahas beragam persoalan, mulai dari pendidikan, kebudayaan, teknologi hingga dinamika kehidupan sosial masyarakat.

Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memperkuat gerakan literasi di Kabupaten Tanah Bumbu. “Mari kita ciptakan ruang yang mendukung tumbuhnya budaya membaca, memberikan kesempatan bagi para penulis untuk terus berkarya, serta mendorong generasi muda agar berani menuangkan gagasan dan kreativitasnya melalui tulisan dan tentunya kegiatan-kegiatan yang bermanfaat,” tuturnya.

Dalam kegiatan peluncuran tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan dan sertifikat kepada perwakilan penulis yang terlibat dalam penyusunan antologi Suara dari Tenggara. (*/Red).