Santri Harus Berjuang Mengisi Kemerdekaan

Apel hari santri Kab. Madiun

Obsesinews.com, Madiun- Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos berkenan memimpin apel dalam rangka peringatan Hari santri Nasional Tingkat Kab. Madiun bertempat di Alun-alun Kab. Madiun di Mejayan, Sabtu (22/10). 
Hadir pada kesempatan ini Wabup. Madin, Ketua DPRD, Wakil Forpimda, jajaran SKPD Kab. Madiun, Camat, ketua PC NU, PD. Muhammadiyah, FKUB, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes), Muslimat, Fatayat, GP. Ansor, Banser, IPPNU, Pemuda, Pelajar, dan santri.

Bupati Madiun ketika Apel Hari Santri Nasional

Bupati Madiun dalam sambutannya antara lain mengatakan, bahwa santri merupakan aset bangsa yang sangat dibutuhkan saat ini. Sebagai generasi penerus bangsa yang berkualitas dan memiliki dedikasi tinggi untuk menjawab tantangan global. 
Pondok pesantren merupakan perpaduan antara penguasaan dasr pembentukan moral spiritual dan kemampuan ketrampilan aplikatif yang berjalan secara berkesinambungan dan mampu menghasilkan generasi muda yang handal dalam penguasaan Ilmu keagamaan dan mampu menyelaraskan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk itu diharapkan pomnpes di Kab. Madiun tidak hanya meningkatkan kuantitas jumlah santri tetapi juga harus meningkatkan kualitasnya. Kalau dulu para kiyai berjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka saat ini para santri harus berjuan keras untuk mengisi kemerdekaan dengan melaksanakan pembangunan.


Bupati Madiun juga berpesan agar generasi muda kita tidak terjebak dengan hal-hal  yang dapat merugikan seperti adanya perbuatan Anarkis, Terorisme, dan juga Narkoba. Semuanya itu kalau sampai merasuki generasi muda kita, maka kita akan hancur. Bukdan hanya dirinya sendiri tetapi juga negara kita. Prilaku Anarkis, Teroris dan juga mengkonsumsi Narkoba merupakan skenario negara asing yang berupaya untuk menghancurkan negara kita yang dikenal dengan negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Mereka yang ingin mneguasai negara kita tidak ingin melihat orang Indonesia menjadi pintar dan bisa berfikir dengan baik sehingga dapat dengan mudah untuk dibodohi. Dan kalau itu terjadi maka neraga kita akan mudah dikuasai negara asing. Demikian halnya dengan adanya faham radikalisme. Santri tidak boleh terjebak dengan faham itu. Santri harus jadi garda terdepat untuk menanggulangi faham radikalisme masuk di negara kita.

Para pemuka Agama Dan tokoh PCNU dan Ansor Madiun

Pada kesempatan ini Ketua Ansor Kab. Madiun bekenan membacakan Ikrar Santri yang diikuti oleh seluruh peserta apel, Sedangkan Sekretaris PC NU Kab. Madiun Gus Mabrur membacakan Resolusi Jihat, dan Ketua PC NU Kab. Madiun membacakan Gus Mizan membacakan amanat Pengurus Besar NU dalam menyambut Hari Santri tahun 2016.

Terkait dengan peringatan Hari Santri Nasional, Pemkab. Madiun menyelenggarakan berbagai kegiatan salah satunya lomba hadroh yang dilaksanakan di Pendopo Muda Graha Kab. Madiun. Kepada para juara diserahkan piagam penghargaan dan hadiah untuk memberikan motivasi dan pembinaan. Tampil sebagai juara I pada kesempatan ini Grop Hadroh Ahad Wage dari Kec. Kebonsari menerima Piagam dan uang pembinaan Rp.5.000.000,- Juara II Grop Hadroh Nurul Anwar dari Kec. Kebonsari menerima Piagam dan uang pembinaan Rp.4.000.000,- , Juara III Grop Hadroh Al Gozali dari Kec. Geger menerima Piagam dan uang pembinaan Rp.3.000.000,- , Juara harapan I Grop Hadroh Al Qowah dari Kec. Dolopo menerima Piagam dan uang pembinaan Rp.2.000.000,- , Juara Harapan II Grop Hadroh Al Muhibbin dari Kec. Wungu menerima Piagam dan uang pembinaan Rp.1.000.000,- dan Juara Harapan III Grop Hadroh Nurul Falah dari Kec. Dolopo menerima Piagam dan uang pembinaan Rp.750.000,-. (Rel/ Red)

Share this Post :

No comments yet.

Leave a Reply