Dipicu Masalah Hutang, Keponakan Tega Habisi Nyawa Pamanya

Gambar ilustrasi

Obsesi news.com, Nganjuk- Disebabkan masalah hutang Sebesar Rp,- 23 juta, dan ditagih berkali-kali tak kunjung bayar, Seorang keponakan tega habisi pamannya sendiri, Sabtu (17/8).

Peristiwa tragis tersebut menimpa Damin (69), petani warga Dusun Ngrayun, Desa Musir Lor, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.

Pertumpahan darah yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB disaat bangsa Indonesia sedang memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74.

Perbuatan keji tersebut dilakukan Supar (48) juga warga setempat yang tak lain adalah keponakan korban sendiri.

Menurut beberapa saksi Masalah tersebut disebabkan pelaku mempunyai hutang sebesar 23 juta rupiah, pada korban sejak lima tahun yang lalu.

Berkali- kali korban menagihnya namun, pelaku selalu berkilah belum ada duit dan hanya memberikan janji-janji.

Korban kesal dan beranggapan jika tanah bersertifikat yang dijadikan jaminan utang pelaku itu telah menjadi miliknya.

Pelaku tidak terima, marah-marah sambil menghunus sebilah parang yang biasa digunakan ubtuk membersihkan semak belukar di sekitar rumahnya.

Terkait kejadian tersebut Kapolsek Rejoso membenarkan telah terjadi tindakan tragis tersebut, “Diduga dipicu masalah utang dan diawali cek-cok hingga pelaku tak dapat mengendalikan diri dan membacok sang paman beberapa kali hingga roboh dan tewas bersimbah darah di halaman rumah,”ungkap AKP Burhanudin, saat ditemui media usai Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 di GOR Bung Karno, kelurahan Begadung, Nganjuk.

Selain permasalahan hutang- piutang, pembacokan tersebut disinyalir ada keterkaitan dengan masalah keluarga.

Pasalnya, korban pernah menikahi ibunya pelakunya.”Sehingga notabene pelaku adalah anak tiri korban.

Karena pernah menikah dengan ibu pelaku yang statusnya saat itu, janda beranak satu(yaitu pelaku-red).

Terpisah Kasat Reskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas menambahkan,” Untuk sementara masih kita dalami motifnya, dan pelaku menyerahkan diri ke Kepala dusun kemudian diantar ke Polsek Rejoso sambil bawa sebilah parang berlumuran darah.

“Pihak Polsek Rejoso kemudian menyerahkan ke Mapolres Nganjuk serta membawa mayat korban ke RSUD Nganjuk untuk Visum usai di periksa Tim Inafis Polres Nganjuk,” papar Nikolas. (Gung/red)

Share this Post :

Comments are closed.