Dandim 1022/Tnb; Serukan Hentikan Aktifitas Tiga Menit, Heningkan Cipta

Seruan Dandim 1022/Tnb

Obsesinews.com,Tanah Bumbu- Guna Mensyukuri Anugerah Kemerdekaan Yang selama ini kita nikmati tentunya berkat Jasa- jasa Pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan Jajaran Kodim 1022/Tanah bumbu Menyerukan Mengajak semua lapisan masyarakat besok Tanggal 17 Agustus hentikan sejenak semua aktivitas guna mengheningkan Cipta.

Kegiatan mengheningkan cipta selama tiga menit tersebut dilaksanakan serentak diseluruh Wilayah Indonesia tak terkecuali wilayah Kab. Tanah bumbu, tepatnya digelar Pukul 11.17 sampai 11.20 Wita.

Terkait seruan tersebut Komandan Kodim 1022/Tnb Letkol Cpn Rahmat Trianto kepada Obsesinews.com mengatakan,” Mengheningkan cipta selama 3 (tiga) menit tersebut, merupakan salah satu upaya untuk mengenang dan mengingat bagaimana para pahlawan merebut kemerdekaan, namun pada kenyataannya saat ini merebut kemerdekaan dulu sama beratnya dengan mempertahankan kemerdekaan dimasa sekarang.

Mereka yang ikut dulu dalam perang melawan penjajah Belanda telah rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk sebuah kemerdekaan yang ingin diraih. Maka generasi kita kini mempunyai tugas yang sama beratnya dengan mereka dulu yaitu mempertahankan kemerdekaan, mengawalnya agar tidak keluar dari fitrahnya sewaktu dilahirkan dulu yaitu negara Indonesia yang didirikan ini haruslah berada di atas semua kelompok yang beragama,” ungkap Rahmat Trianto.

Oleh sebab itu, yang perlu disadari oleh seluruh anak bangsa Indonesia kini dari semua elemen masyarakat mulai dari para penyelenggara negara sampai rakyat jelata bahwa negara ini didirikan adalah bukan untuk suku tertentu, agama tertentu, wilayah tertentu atau golongan tertentu. Tidak boleh ada yang dianak tirikan (pilih kasih).

Negara seperti Indonesia ini, sangat rentan terjadi konflik, seperti antar-agama, antar-suku, antara wilayah yang basah dan wilayah yang kering, penyebabnya, karena hanya dipersamakan oleh nasib dan cita-cita, sementara dalam hal lainnya seakan dibedakan. oleh sebab itu, dalam pemerataan tidak boleh ada anak kandung dan anak tiri supaya tidak terjadi konflik.,” papar perwira yang pernah menjadi Paskibraka di HUT kemerdekaan ke 51di Istana Merdeka Tahun 1996.

Lebih lanjut papar perwita berpangkat melati dua tersebut. pasalnya, semuanya berbeda maka alat perekatnya pun hanya satu yaitu semangat kebangsaan atau rasa nasionalisme. Maka dalam rangka menjaga dan mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan negara Repulik Indonesia terlebih situasi kita saat ini menghadapi COVID -19 maka perlunya seluruh anak bangsa bersatu padu sebagai rasa kebanggsaan untuk sama sama melawan COVID-19.

“Dengan demikian ke depan perlu dilakukan usaha-usaha nyata, antara lain, penanaman semangat kebangsaan atau rasa nasionalisme kepada semua anak bangsa terutama generasi muda, sangat mutlak diperlukan dan jangan sampai terlambat,”Tandas Letkol Cpn Rahmat. (red)

Share this Post :

Comments are closed.